Rabu, 12 November 2014

MENGENAL KOMPONEN ELEKTRONIKA

Mengenal Komponen Elektronika: Resistor (1) -Memahami Dasar-dasar elektronika termasuk Komponen Elektronika bagi Anda yang ingin mempelajari Elektronika adalah sangat vital Bagaimana tidak? Semua jaringan elektronik terdiri dari komponen-komponen seperti Resisitor, Kondensator, Transisitor dan lain-lain yang kemudian dirangkai sedemikian rupa membentuk satu kesatuan menjadi piranti elektronik yang beraneka ragam.Oleh karena itu Anda harus memahami penggunaan, jenis, cara mengukur / Menguji, Cara instalasi dan lain-lain setiap komponen elektronika.Dipostingan sebelumnya saya sudah menginformasikan tentang Komponen Elektronika namun hanya bersifat Global, Nah ... Kali ini saya mencoba berbagi informasi khusus tentang Komponen Elektronika Resistor namun supaya mudah dipahami saya mempersempit bahasannya hanya seputar Jenis-jenis resisitor untuk pembahasan hal-hal lainnya bisa saya informasikan dipostingan berikutnya.Baiklah langsung saja berikut ini jenis-jenis resistor selengkapnya: 
Komponen Elektronika

1. Carbon Resistor .Resisitor jenis ini biasanya memiliki toleransi 5% atau 10%, ada 3 buah garis warna dan warna keempat menunnjukkan nilai toleransi yang ditandai dengan warna emas dan perak.
2. Metal Film Resisitor .Resisitor jenis ini memiliki toleransi 1%, ada 4 garis warna dan warna kelima menunjukkan nilai toleransi atau berwarna coklat.Jika suatu saat Anda ingin merakit jaringan audio misalnya tone control agar performanya meningkat untuk jalur tertentu gunakan resisitor jenis metal film minimal pada jalur feed back serta jalur-jalur yang dilalui sinyal suara.Cara menemukan jalur feedback yaitu cari resistor yang terhubung antara jalur speaker kebagian disekitar jaringan input amplifier dan cari resistor yang terhubung ke ground melalui capasitor.
3. Resistor Kawat atau Spiral .Resistor jenis ini biasanya memiliki nilai dibawah 1 ohm misalnya 0,5 ohm, 0,47 ohm, 0,33 ohm, 0,22 ohm atau nilai-nilai lainnya.Resistor jenis ini memiliki ukuran daya diatas 2 watt  umumnya yang banyak dipakai ukuran 5 watt.
4. Resistor NTC (Negative Temperature coefficient) & resistor PTC (Positive Temperature coefficient) .Resistor jenis ini lebih dikenal dengan istilah Termistor.Nilai resistor jenis ini tergantung suhu  disekitarnya.Nilai resistansi resistor NTC akan turun jika suhu disekitarnya Naik sedangkan Resisitor PTC resistansinya naik kalau suhunya naik.Biasanya resistor jenis ini dimanfaatkan sebagai sensor suhu misalnya untuk Kipas Angin .Jika Anda memiliki problem dengan alat tersebut Cobalah Buat sendiri untuk kipas angin biasanya dipasang dan ditanamkan secara langsung kedalam gulungan kawat spoel, Carilah jika ada koneksi yang gendut itulah letak resistor PTC kemudian cek dengan multitester jika memang rusak harus diganti.
5. Resisitor Peka Cahaya atau LDR (Light Diode Resistor) .Resistor jenis ini Nilainya tergantung intensitas cahaya, resistansinya sangat tinggi dalam gelap (Sekitar 10 M ohm) .Pemanfaatannya biasanya untuk rangakaian Alarm.
Demikian informasi tentang  Mengenal Komponen Elektronika: Resistor (1)  semoga bisa menambah pengetahuan Anda khususnya Komponen elektronika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar