Rabu, 12 November 2014

Mencoba Rangkaian Elektronika

Mencoba Rangkaian Elektronika -salah satu hal yang harus Anda lakukan setelah selesai merakit komponen menjadi sebuah jaringan adalah mencobanya berfungsi   atau tidak.Namun untuk menghindari   kerusakan komponen karena salah sambung atau salah pasang sebelumnya Anda harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Mencoba Rangkaian Elektronika1.Periksa lagi sambungan kaki-kaki komponen  apakah sudah tersambung sesuai dengan skema jaringan.
2.Periksa sumber  tegangan apakah besarnya sudah sesuai dengan yang dibutuhkan jaringan
3.Pastikan   polaritasnya (positif / negatif) sudah benar jangan sampai terbalik.
4.Setelah sumber energi terhubung ke jaringan perhatikan apakah ada bau asap (biasanya komponen yang terbakar), apakah ada komponen yang panas? Kalau Anda menemukan segera lepaskan hubungan sumber tegangan dengan jaringan periksalah kemungkinan terjadi hubungan singkat dalam jaringan.
5.Setelah sumber tegangan terhubung kerangkaian, ukurlah tegangan sumber tenaganya bila ada penurunan tegangan yang menyolok   kemungkinan terjadi korstluiting dalam jaringan atau bisa juga karena ada komponen yang rusak.
Bila semua komponen dalam kondisi baik dan penyambungannya sesuai dengan skema jaringan biasanya jaringan sudah dapat bekerja namun bila jaringan belum dapat   bekerja kemungkinan besar disebabkan karena penyolderan yang kurang sempurna silahkan perikas jalur yang dicurigai dengan ohm meter.
Demikian informasi tentang Mencoba Rangkaian Elektronika semoga bermanfaat Selamat Mencoba! 

Mengenal Loudspeaker

Mengenal loudspeaker -Coba Anda bayangkan memutar Dvd player tanpa ada suaranya? Sama saja bohong khan.
Hampir   sebagian besar peralatan elektronik membutuhkan komponen ini dari Televisi, Radio, Amplifier  dan lain-lain.Nah ... kali ini saya mencoba menjelaskan apa sih loudspeaker itu? karena akan sangat berguna apabila suatu saat Anda membuat proyek elektronika audio.

Secara garis besar loudspeaker terdiri dari beberapa bagian diantaranya:
1.Sebuah magnet tetap yang memiliki gaya magnet sangat kuat biasanya dibuat dari Alnico (campuran dari alumunium, nikel dan cobalt.
2.Kumparan (moving coil) berupa gulungan kawat email yang menempati ruang bebas pada celah magnet.
3.Kertas membran berbentuk kerucut.Diujung kerucut melekat kumparan dimana kedua ujung kawat masing-masing dilekatkan pada kerucut dan untuk saluran keluar terhubung pada rangkanya dengan dilapisi isolator.
4.Rangka dari logam.
Sedangkan untuk ukurannya ada 3 macam ukuran,
1.Garis tengah kerucut diukur dengan satuan inch.Dipasaran tersedia loudspeaker dari   2 inch, 4 inch, 8 inch, 10 inch, 12 inch, 15 inch.
2.Daya listrik yang dibutuhkan loudspeaker diukur dengan satuan watt.
3.Impedansi loudspeaker diukur dengan satuan ohm.
Sebagai gambaran saya akan memberikan contoh ketika Anda suatu saat akan merakit speaker aktif dengan power 150 watt impedansi 8 ohm dan Anda menginginkan besarnya 8 inch maka kalau menginginkan suaranya bagus   Anda harus membeli loudspeaker yang sesuai dengan kebutuhan.
Berdasarkan pemakaiannya loudspeaker dapat dibedakan atas;
1.Woofer untuk nada-nada rendah (Bass)
2.Medium untuk nada nada menengah
3.Tweeter untuk nada-nada tinggi
Untuk mengetahui loudspeaker masih baik atau sudah rusak dapat Anda ketahui dengan menggunakan batu baterai yaitu dengan cara menghubungkan masing masing terminal loudspeaker (memakai kabel) dengan batu baterai   coba Anda gosok-gosokkan kabel penghubung dengan kutub baterai ketika terdengar suara 'krek "berarti masih baik bila tidak berarti loudspeaker sudah rusak.
Satu hal lagi ada sebuah alat yang biasa disebut head phone atau kalau Anda memiliki handphone biasa nya kalau mendengarkan musik menggunakan head set sebenarnya termasuk loudspeaker juga hanya bentuknya saja yang berbeda dan biasanya memiliki impedansi jauh lebih tinggi dari loudspeaker pada umumnya yaitu sekitar 800 ohm sampai bebrapa kilo ohm.

Demikian informasi tentang Mengenal loudspeaker Semoga bermanfaat.  

MENGENAL POWER SUPPLAY

Mengenal Power Suply- Coba bayangkan ketika Anda menyalakan   Mini compo menggunakan batu baterai? tentu boros bukan.Untuk menyalakan mini compo biasanya membutuhkan tegangan 12 volt setara dengan 6 buah baterai dengan harga batu baterai Rp.5000 / pcs berarti Anda harus mengeluarkan biaya Rp.30000 itu saja daya tahannya terbatas.Untungnya peralatan elektonika kebanyakan telah menyediakan fitur AC / DC maksudnya selain bisa menggunakan sumber tegangan DC seperti Batu baterai   atau Aki juga bisa langsung dicolokan ke sumber tegangan AC misalnya Listrik PLN.
Lantas kalau menggunakan tegangan 220 volt apakah berarti peralatan tersebut menggunakan tegangan 220 volt? Tentu tidak.Sebagai contoh Mini compo tadi, sebenarnya meskipun  peralatan tersebut menggunakan listrik PLN sebenarnya yang digunakan tetap 12 volt.Lho kok Bisa? ya tentu saja bisa karena didalam Mini compo tersebut ada alat yang bisa mengubah  sumber listrik AC menjadi DC dan menurunkan tegangan sesuai dengan kebutuhan.Alat tersebut dalam dunia elektronika disebut dengan Power supply atau biasanya orang menyebut Adaptor.Contoh yang paling mudah adalah Charger Handphone.
Nah pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menjelaskan secara singkat cara kerja dari power supply.
Power suply
3   Bagian penting Power suply 
1. Penurun tegangan .Tugas ini dikerjakan oleh komponen transformator step down singkatnya tegangan 220 volt PLN diturunkan menjadi beberapa volt saja Namun masih berupa tegangan AC.
2. Penyearah .Karena peralatan elektronika membutuhkan tegangan DC oleh karenanya   tegangan yang sudah diturunkan tadi harus disearahkan dulu menjadi tegangan DC.Tugas ini dikerjakan oleh komponen Dioda umumnya menggunakan Dioda Bridge
3. Perata .Setelah melewati Dioda tegangan menjadi DC namun hasilnya belum rata misalkan langsung digunakan untuk jaringan audio akan menimbulkan noise / dengung.Untuk itu diperlukan perata tegangan .Tugasnya dikerjakan oleh komponen yang berupa Kondensator.
Setelah melewati 3 proses tersebut tegangan sudah bisa digunakan sesuai kebutuhan.Namun terkadang ada rangkain yang membutuhkan tegangan yang stabil seperti pada jaringan digital, Radio FM tuner dan lain-lain oleh sebab itu tegangan yang digunakan harus benar-benar stabil.Untuk itu sangat diperlukan regulator tegangan yang bisa menstabilkan tegangan saat tegangan PLN   Naik turun.Umumnya komponen untuk regulator tegangan menggunakan IC   misalnya IC LM 7812.
Bila Anda pemula setelah Anda mengetahui PeralatanKerja , Komponen dasar elektronika  pengetahuan berikutnya yang harus Anda miliki yaitu tentang power supply ini.Artinya sebelum Anda mulai praktek membuat jaringan yang lain Anda terlebih dahulu menguasai power supply.
Demikian Informasi tentang Mengenal Power suply Semoga bermanfaat Dan Terima Kasih atas Kunjungannya.  

Cara Mengukur Tegangan DC

Cara Mengukur Tegangan DC-Salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh para hobiist elektronika yaitu mengukur tegangan DC.Seberapa pentingkah sehingga harus dikuasai?Sangat Vital.Perlu anda ketahui sebagian besar peralatan elektronika menggunakan tegangan DC Walaupun saat ini peralatan elektronika sudah terintegrasi dengan Power Suply yang mampu mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC namun pada dasarnya yang dibutuhkan oleh rangakaian peralatan elektronika adalah tegangan DC.Bekerja atau tidaknya suatu peralatan elektronika tergantung dari tegangan yang masuk keperalatan tersebut kalau tegangannya sesuai  otomatis  langsung bekerja Namun kalau tegangannya kurang atau lebih kemungkinan peralatan tidak bisa bekerja bahkan kalau tegangannyaberlebihan  bisa merusak komponen.Bagaimana Anda tahu kalau tegangannya sudah sesuai dengan kebutuhan rangkaian? Tentu dengan mengukur tegangan tersebut Bukan?Lalu bagaimana cara mengukur tegangan DC? Peralatan yang digunakan adalah Multimeter(Digital/Analog) langkah-langkahnya sebagai berikut.
Mengukur Tegangan

Cara Mengukur tegangan Baterai atau Accu
Peralatan yang digunakan adalah Multimeter(Digital/Analog) caranya sebagai berikut;
1.Perkirakan berapa besar tegangan yang hendak anda ukur misalnya 12 volt.
2.Putar sakelar multimeter  pada posisi diatas perkiraan yaitu DCV 50
3.Tempelkan colok  merah multimeter kepada Kutub positif Baterai/Accu dan Kabel hitam multimeter kepada Kutub negatif baterai/accu.Ingat jangan sampai terbalik!
4.Jarum akan bergerak kekanan menunjuk angka tertentu.
Cara mengukur Tegangan Power suply/Adaptor.
1.Perkirakan berapa besar tegangan yang hendak anda ukur misalnya 12 volt
2.Putar sakelar multimeter pada posisi datas perkiraan yaitu DCV 50
3.Tempelkan colok  merah multimeter kepada keluaran positif (Biasanya kabel merah) Colok hitam multimeter  kepada keluaran negatif(Biasanya kabel hitam).
4.Jarum akan bergerak kekanan menunjuk angka tertentu.

Cara Mengukur Tegangan Dalam Rangkaian.
Cara Mengukur tegangan dalam rangkaian agak sedikit berbeda terutama  jika rangkaian tersebut bagian power suplynya menyatu dengan bagian lainnya misalnya pada Televisi,Mini compo,Hi-fi sehingga memerlukan kemampuan dalam membaca jalur rangkaian namun apabila rangkaian power suplynya terpisah misalnya pada Amplifier akan lebih mudah mengukurnya karena biasanya dalam PCB nya terdapat  keterangan  terminal positif maupun negative atau Ground.Apabila tidak ada keterangan sama sekali patokannya adalah cari dulu jalur Groundnya biasanya jalurnya paling tebal dan selalu berhubungna dengan kutub negatif dari kondensator.Kemudian cari jalur positifnya cara termudah adalah mencari kondensator kutub positif yang  ukurannya paling besar baik nilainya atau tegangan kerjanya(Working Voltage) biasanya dekat dengan dioda penyearah.Setelah keduanya  ditemukan baru bisa diukur tegangannya.Caranya sebagai berikut:
1.Perkirakan berapa besar tegangan yang hendak anda ukur misalnya 24 volt
2.Putar sakelar multimeter pada posisi diatas perkiraan yaitu DCV 50
3.Tempelkan colok  merah multimeter kepada jalur positif  dan Colok hitam multimeter  kepada jalur Ground.
4.Jarum akan bergerak kekanan menunjuk angka tertentu.

Demikian Tutorial tentang Cara Mengukur Tegangan DC Semoga bermanfaat Terima kasih atas kunjungannya dan Selamat Mencoba

Mengenal Listrik

Mengenal Listrik-Coba  Bayangkan apabila di daerah Anda belum terjangkau Jaringan Listrik,Repot Bukan?Tak bisa dipungkiri listrik memang menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia.Selain digunakan untuk penerangan listrik juga digunakan untuk sumber tenaga peralatan rumah tangga yang sebagian besar menggunakan listrik misalnya Televisi,DVD Player,Speaker Aktif,Blender,Rice Cooker,Pompa air dan lain-lain.Termasuk juga bidang Elektronika sangat membutuhkan sekali Listrik .Bagaimana tidak?Untuk merakit dan Menguji Rangkaian elektronika seperti Power supply,Amplifier dan lain-lain menggunakan listrik.Oleh sebab itu jika anda ingin menekuni hobi elektronika Hal pertama yang harus anda pelajari yaitu Tentang Lisrik jangan sampai ketika anda sedang praktek kemudian ada masalah dengan Listrik Anda tidak bisa mengatasinya.
Nah…kali ini saya akan membahas tentang dasar-dasar kelistrikan sebagai bekal untuk menekuni hobi elektronika.
Listrik
  
1.Kegunaan.Tenaga Listrik dapat dirubah menjadi tenaga Mekanik contohnya Kipas Angin,Pompa Air kemudian Tenaga listrik bisa juga untuk memproses kimia contohnya pada pengisisan Aki.Tenaga listrik bisa juga dirubah menjadi energi panas misalnya Setrika,Solder,Rice Cooker kemudian Tenaga listrik bisa juga menimbulkan cahaya misalnya Lampu dan yang terakhir Tenaga listrik digunakan sebagai sumber daya didalam tehnik elektronika misalnya Televisi,Amplifier.
2.Sumber Arus Listrik.Sebuah peralatan yang mampu menghasilkan arus listrik dinamakan Sumber Arus Listrik yang terbagi berdasarkan peristiwanya,Diantaranya Listrik yang ditimbulkan karena Induksi/Magnetik dan digerakkan tenaga mekanis misalnya Generator/Dinamo,Listrik yang ditimbulkan karena proses kimia misalnya Aki,Baterai.Kemudian Listrik  yang ditimbulkan karena cahaya misalnya solar sel.
3.Penghantar Listrik.Untuk mengalirkan arus listrik dari Sumbernya ke peralatan diperlukan penghantar listrik Namun tidak semua benda dapat menghantarkan arus listrik.Oleh sebab itu diperlukan pengetahuan tentang pembagian benda berdasarkan sifat penghantarnya yiatu:Konduktor,Resistor dan Isolator.Konduktor dapat dengan mudah menghantarkan arus listrik misalnya besi,tembaga sedangkan Resistor sulit untuk menghantarkan arus listrik misalnya Nikelin,arang dan yang terakhir Isolator sama sekali tidak bisa menghantarkan arus listrik misalnya Kayu,Plastik.
4.Kuat arus,hambatan,tegangan dan  Daya listrik.Berbicara tentang Listrik tak bisa lepas dari 4 istilah berikut ini: Kuat arus,Hambatan,tegangan listrik dan  Daya listrik.Besarnya kuat arus listrik diukur dengan satuan Ampere.Kemudian besarnya hambatan listrik diukur dengan satuan Ohm.Selanjutnya besarnya tegangan listrik diukur dengan satuan Volt.Dan yang terakhir Daya listrik adalah Hasil kali tegangan dengan kuat arusnya dengan satuan Watt.
5.Arus AC/DC.Arus AC (Arus Bolak Balik) merupakan arus listrik yang mengalir dari kutub positif ke kutub negative dan kemudian bertujkar arah dari kutub negatife kekutub positif yang terjadi secara berulang-ulang Misalnya Listrik PLN.Sedangkan Arus DC(Arus searah) hanya mengalir dari kutub positif ke negatif secara terus menerus tanpa bertukar arah Misalnya Baterai,Aki.
5.Mencegah Bahaya Listrik.Hobi Elektronika akan selalu berhubungan dengan listrik misalnya Menyolder atau Mencoba Rangkaian oleh sebab itu diperlukan Antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang bisa membahayakan keselamatan jiwa.Berikut ini Tips untuk mencegah bahaya listrik.
1.Hindari menumpuk stop kontak dalam satu sumber listrik.
2.Pakailah  sekering yang sesuai dengan Daya yang tersambung.
3.Jangan Biarkan ada kabel yang terkelupas atau terbuka.
4.Gunakan bahan instalasi seperti Kabel,Sakelar,Fitting yang berkualitas  minimal Berlabel SNI.
5.Selalu hati-hati dan tidak  ceroboh dalam menggunakan listrik jika perlu selalu menggunakan alas kaki/Sandal kering ketika merakit/menyolder dan mencoba rangkaian.
6.Pastikan Instalasi listrik dirumah anda memiliki Grund/Pentanahan yang Benar cirinya menggunakan instalasi 3 kabel(Biasanya Merah/+,Hitam- dan Kuning Ground).Pernahkah anda memegang Lemari ES atau CPU Komputer kesetrum?Hal tersebut disebabkan instalasi yang digunakan tidak menggunakan 3 kabel.

Demikian Tutorial tentang Mengenal Listrik yang bisa saya sampaikan kali ini Semoga bermanfaat dan terima Kasih Atas kunjungannya

9 Blok Rangkaian Televisi CRT Berwarna Yang perlu Anda Ketahui

9 Blok Rangkaian Televisi CRT Berwarna Yang perlu Anda Ketahui-Televisi merupakan Salah satu produk elektronika yang umumnya dimiliki oleh masyarakat sebagai sarana informasi dan hiburan.Perlu Anda ketahui secara garis besar televisi CRT berwarna terdiri dari beberapa blok rangkaian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda namun saling mendukung.Apabila salah satu rangkaian rusak/tidak bekerja mengakibatkan televisi tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya.Untuk menambah pengetahuan anda tentang dasar-dasar elektronika televisi CRT berwarna yang akan bermanfaat sekali apabila anda ingin menekuni teknisi elektronika kali ini saya akan berbagi tentang Blok rangkaian pada televisi CRT Berwarna yang saya kutip dari berbagai sumber.Berikut ulasan ringkasnya. 
Televisi CRT Berwarna

1.Rangkaian Penala(Tuner).Rangkaian ini terdiri dari penguat frekuensi tinggi(Penguat HF),Pencampur (Mixer), dan osilator lokal.Rangkaian ini berfungsi untuk menerima sinyal masuk(gelombang TV) dari antena dan mengubahnya menjadi sinyal frekuensi IF.
2.Rangkaian Penguat IF(Intermediate Frequency).Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal hingga 1.000 kali.Sinyal output yang dihasilkan penala(tuner) merupakan sinyal yang lemah dan sangat tergantung pada jarak pemancar,posisi penerima dan bentang alam.Rangkaian ini juga berfungsi untuk membuang gelombang lain yang tidak dibutuhkan dan meredam interferensi pelayangan gelombang pembawa suara yang mengganggu gambar.
3.Rangkaian Detektor Video.Rangkaian ini berfungsi sebagai pendeteksi sinyal video komposit yang keluar dari penguat IF gambar.Selain itu rangkaian ini berfungsi pula sebagai peredam seluruh sinyal yang mengganggu karena apabila ada sinyal lain yang masuk akan menyebabkan buruknya kualitas gambar.Salah satu sinyal yang diredam adalah sinyal suara.
4.Rangkaian Penguat Video.Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal luminan yang berasal dari detector video sehingga dapat menjalankan layar kaca atau CRT(Catode Ray Tube).Didalam rangkaian penguat video  terdapat pula rangkaian ABL (Automatic brightnees level) atau pengatur kuat cahaya otomatis yang berfungsi untuk melindungi rangkaian tegangan tinggi dari tegangan muatan lebih yang disebabkan oleh kuat cahaya pada layar kaca.
5.Rangkaian AGC(Automatic Gain Control).Rangkaian ini berfungsi untuk mengatur penguatan input secara otomatis.Rangkaian ini akan menstabilkan sendiri input sinyal televisi yang berubah-ubah sehingga output yang dihasilkanya menjadi konstan.
6.Rangkaian Penstabil penerima gelombang TV.Rangkaian penstabil penerima gelombang tv diantaranya adalah AGC (Automatic Gain Control) dan AFT(Automatic Fine Tuning).AGC akan akan menguatkan sinyal jika sinyal yangditerima terlalu lemah.Sebaliknya jika sinyal yang diterima terlalu besar AGC akan memperkecil sinyal.Sedangkan AFC secara otomatia akan mengatur frekuensi pembawa gambar dari penguat IF secara otomatis.
7.Rangkaian Defleksi Sinkronisasi.Rangkaian ini terdiri dari 4 blok yaitu rangkaian sinkronisasi,rangkaian defleksi vertical,rangkaian defleksi horizontal dan rangkaian pembangkit tegangan tinggi.
8.Rangkaian Suara.Rangkaian ini menghasilkan suara televisi yang bisa kita dengar yang berasal dari sinyal pembawa IF yang akan dideteksi oleh modulator frekuensi(FM) yang sebelumnya sinyal tersebut dipisahkan dari sinyal pembawa gambar.
9.Rangkaian Catu Daya. Rangkaian ini merupakan rangkaian terpenting pada pesawat televisi, karena bagian ini berguna untuk memberikan daya listrik kepada seluruh rangkaian pesawat televisi. Supaya televisi dapat bekerja dengan baik, maka catu daya harus dapat memberikan tegangan listrik yang stabil. Untuk itu maka rangkaian catu daya mempunyai bagian-bagian penting yaitu penyearah dan penstabil. Bagian Primer Trafo/Switching Regulator disebut dengan Regulator Input dan bagian sekunder dinamakan Regulator Output.
Tegangan AC terlebih dahulu dirubah menjadi tegangan DC dengan perataan dan regulator tegangan yang dapat mengendalikan tegangan DC ke rangkaian TV warna. Tegangan DC yang dihasilkan ini diharapkan dapat stabil, sehingga televisi dapat bekerja dengan sempurna.Pada umumnya  catu daya televisi mempunyai output tegangan sebesar 115 volt,24 volt,12 volt dan 5 volt.Kerusakan yang terjadi pada regulator ini akan mengakibatkan gambar pada layar televisi mengalami gangguan demikian juga suara yang dihasilkan.

Demikian tutorial tentang 9 Blok Rangkaian Televisi CRT Berwarna Yang perlu Anda Ketahui Semoga bermanfaat Terima Kasih atas Kunjungannya.

3 Bagian penting Audio Amplifier

3 Bagian penting Audio Amplifier-Peralatan-peralatan elektronika yang berfungsi sebagai sarana hiburan khususnya yang berhubungan dengan musik tak bisa lepas dari Audio Amplifiier.Bayangkan jika sebuah konser musik perangkat audio amplifiernya rusak? Kacau bukan?Dalam aplikasinya audio Amplifier terbagi menjadi 2 jenis perakitan pertama  Integrated Amplifier kedua Tone control terpisah dengan power amplifier.Umumnya orang lebih mengenal Integrated Amplifier atau  orang biasa menyebut Amplifier saja  yaitu Perangkat yang tersusun dari tone control dan power amplifier dari pada Audio Amplifier dengan tone control terpisah.Dulu sebelum munculnya perangkat speaker aktif dan Home theater sangat mudah menemukan perangkat Integrated amplifier dipasaran Namun saat ini sudah sulit menemukannya.Perangkat Audio Amplifier kebanyakan digunakan untuk sound system lapangan misalnya untuk acara hajatan,Organ Tunggal,Studio Musik dan lain-lain.
Belajar elektronika yang paling mengasyikan untuk dipraktekkan yaitu Audio amplifier terutama di bagian power amplifiernya sebab banyak variasinya anda bisa bereksperimen untuk bisa menghasilkan Suara yang Kencang bertenaga selain itu dipasaran tersedia kit setengah jadi baik itu untuk Pre Amp,tone control atau Power amplifiernya sehingga lebih mudah merakitnya.Nah…Kali ini saya mencoba berbagi pengetahuan tentang 3 Bagian Penting Audio amplifier dengan harapan bisa  menjadi bekal untuk mempelajari  dan mempraktekkan audio amplifier.
 Amplifier
1.Pre Amp.Bagian ini memiliki tugas  menguatkan dan menyamakan berbagai macam sinyal input yang sesuai dengan kekuatannya  dan mengarahkan sinyal dari komponen sumber sinyal(sinyal line level) ke power amplifier.Input sinyal bisa berasal dari DVD Player,Radio AM/FM,Mikropon,Mp3 Player yang memiliki karateristik yang berbeda-beda sehingga bagian Preamp harus bisa mengadaptasi sinyal-sinyal tersebut sehingga kekuatannya sama saat diumpankan ke power Amplifier.Pre Amp juga berfungsi untuk memudahkan pemilihan berbagai macam sinyal input yang sesuai dengan kekuatannya.
2.Tone Control(Pengatur Nada).Bagian ini berfungsi untuk melakukan pengaturan terhadap karakteristik frekuensi(Nada rendah dan Tinggi) serta amplitudo sinyal audio.Pada dasarnya ada 2 metode tone control yang bisa diterapkan dalam audio amplifier yaitu metode tone control pasif dan metode tone control aktif yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.Untuk yang jenis aktif biasanya mempunyai nilai redaman yang jauh lebih besar dibanding dengan metode pasif sehingga pada tingkat berikutnya masih harus ditambah dengan sebuah transistor yang berfungsi sebagai penguat mini.Rangkaian dasar tone control merupakan rangkaian penyaring R-C yang cukup sederhana.Biasanya  Antara Pre Amp dan tone control  dihubungkan oleh pengatur volume yang letaknya berada pada posisi antara output preamp dengan rangkain input tone control.
3.Power Amplifier.Ibarat tubuh manusia Power amplifier merupakanhati sebuah audio Amplifier.Power amplifier bertugas memompapowerful signal pada driver sebuah speaker.Power amplifier menerima sinyal dari tone control.Sinyal tersebut diorganisasikan dari komponen sumber yang terlebih dahulu di-Boost sebelum dikirim ke speaker.Kekuatan atau power rating yang dihasilkan Power amplifier dinyatakan dalam Watt dan umumnya setiap rangkaian Power Amplifier mencantumkan RMS yang merupakan kalkulasi matematika yang menggambarkan rata-rata keluaran power Amplifier.
3 Bagian penting Audio Amplifier diatas merupakan  satu kesatuan yang seimbang artinya bagaimanapun baiknya sistem audio amplifier tersebut apabila terdapat salah satru saja yang buruk hal ini akan mengakibatkan keseluruhan sistem menjadi tidak optimal.Misalnya Anda menggunakan speaker dan power amplifier yang sangat mahal tetapi tone controlnya buruk, keunggulan tersebut akan menjadi sia-sia